Keindahan alam Kedung
Goro Desa Bolo Kec.Wonosegoro
Ada potensi wisata dan
spiritual
MB-Boyolali
Bila kita suntuk atau gundah,dan
galau datang saja ke Kedung Goro
tepatnya Dukuh Bolo Wetan,Desa
Bolo,Kecamatan Wonosegoro,Kabupaten Boyolali,Provinsi Jawa Tengah. Potensi
wisata alam ini tergolong unik dan indah. Secara geografis Desa Bolo berada di
wilayah Wonosegoro bagian Boyolali
utara,namun siapa sangka potensi alam Kedung Goro di minati masyarakat
setempat,bahkan sampai dari luar daerah.
Untuk
potensi alam Kedung Goro sendiri berpotensi bisa menjadi ajang olahraga Arung
Jeram saat musin hujan tiba. Keindahan yang terasa unik tempat ini memiliki
sumber air menyerupai gentong yang berjumlah empat. Tepatnya di apit dua
bukit,bila mau memanfaatkan bisa di gunakan sebagai panjat tebing dengan
ketinggian kisaran 40 meter.
Terbukti tiap hari sabtu dan
minggu,khususnya hari besar tempat ini banyak di kunjungi wisatawan,kisaran 300
pengunjung bahkan lebih. Namun tempat
ini belum ada perhatian dari Pemerintah setempat,mengingat dana APBD belum
mencukupi. Hal ini di sampaikan Kepala Desa Bolo Muh.Sinin,dalam benaknya ia
berharap ada perhatian dari Pemerintah,baik Pusat maupun Daerah.
“Kami sudah melakukan mediasi dengan
Dinas Pariwisata,namun belum ada titik terang . Dan mengingat dana ABPD wisata alam tidak mencukupi ,kami hanya
pasrah saja dan semoga ada jalan keluarnya,”katanya kepada Tabloid Umum MB di
kediamannya baru-baru ini.
Pria yang berhasil menyatukan para
tokoh pemuda di desanya ini menambahkan,bentuk perhatian dari pemerintah desa
yang ia pimpin. Kedung Goro kini sudah di buat jalan menuju lokasi yang
bersumber dari PNPM Mandiri.
“Untuk wacana ke depan kami ingin
membangun jembatan,mengingat tempat tersebut sangat membutuhkan
infratuktur jalan penghubung antar
sungai. Dan harapan kami kelak tempat ini benar-benar terwujud sebagai wisata
alam,yang akhirnya bisa mendongkark perekonomian warga setempat,”jelas suami
dari Sulastri ini.
Selain itu Ayah dari Angga ( kelas 1 SMA
),Bintang ( kelas 5 SD ),dan Cilva ( 5 bulan ) ini,dalam mengimplementasikan
semua itu,Muh.Sinin ingin menjalin kerjasama yang baik dengan para investor,“
Semoga ada yang mau memberikan tenaga dan pikiran untuk mewujudkan
itu,”ungkapnya.
Bila kita kembali ke mitos yang
berkembang sejarah Kedung Goro,berawal dari tokoh penyebar Agama Islam
Syam,konon tokoh yang bernama Kyai Siyem sapaan akrabnya sesuai dimana ia
berasal ini, selalu menggodog para muridnya di tempat ini. Disinilah para murid
bisa berkonsentrasi menimba ilmu Agama Islam.
Kini makam tokoh penyebar Agama
Islam ini,berada di lokasi Kedung Goro.
Wajar jika pengunjung jugaada yang mengadakan kegiatan olah kebatinan,sebagai wujud
spiritual mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. ( S99 )

Tahun baru kemarin saya datang ke kedung goro. Sayang airnya coklat, apa mungkin pas musim penghujan? Kata warga sekitar kedung, air kedung goro akan terlihat hijau kebiruan saat musim kemarau tiba. Benar gak sih?
BalasHapusbetul itu mas...
BalasHapuswaktu belom merantau ke jakarta hampir tiap minggu saya ke lokasi kebetulan dekat dengan kampung saya mbuderan namaya, tpi sekarang tiap pulang kampung udah g sempet lagi ke lokasi
Keren cuii itu mh ,waktu kecin doyan bangat gw kesono ,
BalasHapusmemang benar.......
BalasHapuskalau waktu musim kemarau ainya sangat indah.
''Jangan lupa bersinggah ya para wisatawan''