Jumat, 25 September 2015
Kedung Goro,Desa Bolo,Kec.Wonosegoro,Boyolali,Jateng
Keindahan alam Kedung
Goro Desa Bolo Kec.Wonosegoro
Ada potensi wisata dan
spiritual
MB-Boyolali
Bila kita suntuk atau gundah,dan
galau datang saja ke Kedung Goro
tepatnya Dukuh Bolo Wetan,Desa
Bolo,Kecamatan Wonosegoro,Kabupaten Boyolali,Provinsi Jawa Tengah. Potensi
wisata alam ini tergolong unik dan indah. Secara geografis Desa Bolo berada di
wilayah Wonosegoro bagian Boyolali
utara,namun siapa sangka potensi alam Kedung Goro di minati masyarakat
setempat,bahkan sampai dari luar daerah.
Untuk
potensi alam Kedung Goro sendiri berpotensi bisa menjadi ajang olahraga Arung
Jeram saat musin hujan tiba. Keindahan yang terasa unik tempat ini memiliki
sumber air menyerupai gentong yang berjumlah empat. Tepatnya di apit dua
bukit,bila mau memanfaatkan bisa di gunakan sebagai panjat tebing dengan
ketinggian kisaran 40 meter.
Terbukti tiap hari sabtu dan
minggu,khususnya hari besar tempat ini banyak di kunjungi wisatawan,kisaran 300
pengunjung bahkan lebih. Namun tempat
ini belum ada perhatian dari Pemerintah setempat,mengingat dana APBD belum
mencukupi. Hal ini di sampaikan Kepala Desa Bolo Muh.Sinin,dalam benaknya ia
berharap ada perhatian dari Pemerintah,baik Pusat maupun Daerah.
“Kami sudah melakukan mediasi dengan
Dinas Pariwisata,namun belum ada titik terang . Dan mengingat dana ABPD wisata alam tidak mencukupi ,kami hanya
pasrah saja dan semoga ada jalan keluarnya,”katanya kepada Tabloid Umum MB di
kediamannya baru-baru ini.
Pria yang berhasil menyatukan para
tokoh pemuda di desanya ini menambahkan,bentuk perhatian dari pemerintah desa
yang ia pimpin. Kedung Goro kini sudah di buat jalan menuju lokasi yang
bersumber dari PNPM Mandiri.
“Untuk wacana ke depan kami ingin
membangun jembatan,mengingat tempat tersebut sangat membutuhkan
infratuktur jalan penghubung antar
sungai. Dan harapan kami kelak tempat ini benar-benar terwujud sebagai wisata
alam,yang akhirnya bisa mendongkark perekonomian warga setempat,”jelas suami
dari Sulastri ini.
Selain itu Ayah dari Angga ( kelas 1 SMA
),Bintang ( kelas 5 SD ),dan Cilva ( 5 bulan ) ini,dalam mengimplementasikan
semua itu,Muh.Sinin ingin menjalin kerjasama yang baik dengan para investor,“
Semoga ada yang mau memberikan tenaga dan pikiran untuk mewujudkan
itu,”ungkapnya.
Bila kita kembali ke mitos yang
berkembang sejarah Kedung Goro,berawal dari tokoh penyebar Agama Islam
Syam,konon tokoh yang bernama Kyai Siyem sapaan akrabnya sesuai dimana ia
berasal ini, selalu menggodog para muridnya di tempat ini. Disinilah para murid
bisa berkonsentrasi menimba ilmu Agama Islam.
Kini makam tokoh penyebar Agama
Islam ini,berada di lokasi Kedung Goro.
Wajar jika pengunjung jugaada yang mengadakan kegiatan olah kebatinan,sebagai wujud
spiritual mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. ( S99 )
Muh.Hajiono
DIMAS HAJI HUSEN SANG AHLI PENGOBATAN DARI KOTA BERAS "
DELANGGU "
SEJARAH AWAL
MB-Klaten
Seorang tenaga medis bernama H. Mad Husen, lahir di kota
Bogor. Pada tanggal 05 oktober 1944. Tepatnya di desa Seuseupan, kecamatan
Ciawi,kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat. Beliau bertugas di Rumah Sakit
Jiwa, Kentingan,Surakarta.Pada tahun 2000, suami dari Dadi Miyati ini pensiun
sampai golongan III D saat menjabat Kasie Perawatan IV.Ayah dari 3 putra
bernama: Haryadi, SE; Siti Nurjanah, SH; Muhammad Hajiono, SE memulai praktek mengobati masyarakat sejak
1976. Pak mantri sebutan beliau sehari-hari, dikalangan masyarakat umum pada
waktu itu sangat membantu dalam pengobatan seperti: bibit kuning (sakit liver),
adem panas, tekanan darah tinggi, gatal-gatal.Kakek dari sepuluh cucu ini
berdomisili di dusun Butuhan Rt./Rw.:01/04, desa Butuhan, kecamatan Delanggu,
kabupaten Klaten, provinsi Jawa Tengah. Sejak awal, praktek pengobatan ini
dengan metode modern dan tradisional. Metode modern adalah melalui alat-alat
kedokteran yang lazim digunakan semisal alat suntik, infus, dan juga
obat-obatan berasal dari apotik. Lain halnya dengan metode tradisional, alat
bantu yang digunakan dan makanan pengganti semisal herbal dapat diperoleh dari
alam. Metode pengobatan alternatif ini dinamakan " Reflexy Therapyzone
"
Sebelum diuraikan, terlebih dahulu. Media bhayangkara
menginformasikan bahwa Dimas Haji Husen adalah Muhammad Hajiono, SE adalah
generasi kedua dari ayahnya. Suami dari Samini, S.Pd ini mengatakan, "
Alhamdulillah, ayah walaupun sudah usia 71 tahun masih sehat dan semangat siap
melayani pasien yang datang untuk berobat di rumah ".
METODE MODERN DAN METODE TRADISIONAL
Dunia kedokteran dengan dunia tradisional secara metode
sangat berbeda, namun tujuannya sama yaitu agar pasien mendapatkan kesembuhan.
Dengan obat-obatan kimia yang mengklaim paling bagus, tak kalah penting
obat-obatan herbalpun saat ini banyak peminat. Bagi pengobat yang mengutamakan
kesembuhan bagi pasiennya, cara-cara yang besar resiko akan dihindari. Kita
mengusahakan yang terbaik untuk pasien tidak dapat ditentukan oleh hasil yang
pasti didapat semisal dalam operasi pengangkatan kanker. Disini pengobat
berperan sebagai perantara dan tentu hanya Tuhan yang dapat menyembuhkan.
Metode pengobatan alternatif " Terapi-Zona " adalah kata-kata dari
bahasa Inggris yaitu " Zone Therapy " suatu judul dari buku
pengobatan tradisional, karya Dr.Wm.H. Fitzgerald seorang alumnus Universitas
Vermont; anggota Staf pada Rumah Sakit Pusat London untuk hidung dan tenggorok.
Ia menunjukkan kepada dunia kedokteran, bahwa pada perawatan pada telapak kaki
metoda Asia khususnya Cina dapat memulihkan kembali fungsi faal yang normal
pada bagian dari zona yang dirawat / dirangsang / ditekan / dipijet.
Ditandaskan olehnya, bahwa pijatan atau pengurutan zona-zona tertentu pengaruh
yang pasti dalam memulihkan organ-organ tubuh yang kurang berfungsi. Oleh
Eunice D. Ingham dalam bukunya " Stories the Feet Can Tell "
dinyatakan bahwa didalam perkembangannya Dr. Fitzgerald membagi tubuh dalam sepuluh
zona dengan menentukan letak masing-masing organ pada suatu zona ( daerah,
wilayah ). Diterangkan lebih lanjut bahwa di Eropa pada akhir abad ke enambelas
telah diketemukan tentang peredaran darah. Suatu ilmu yang sampai saat ini
penting dalam pengolahan pengobatan tradisional pada umumnya.
KESEHATAN
Memandang seorang sebagai keseluruhan, dan merawatnya tidak
memandang pada keadaan yang khusus; akan tetapi dipertimbangkan: 1. Manusia
sebagai seutuhnya dengan melihat aspek-aspek: raga, jiwa, hidup bermasyarakatnya,
pendekatan rohani; 2. Gangguan-gangguan pada salah satu atau lebih aspek
tersebut bisa mencetuskan gangguan pada aspek yang lain, karena saling
berkaitan. Aspek tersebut mempunyai lingkup yang sangat luas; seperti nutrisi,
kepayahan, istirahat, tidur, susah, was-was, kecewa, pekerjaan, kondisi sosial
budaya, sosial ekonomi, sosial politik, kepercayaan, penghayatan agama dan
sebagainya. Semuanya berpengaruh terhadap makna sehat dan sakit. Dengan
berlandaskan uraian tadi, saya berusaha mendekatkan pengobatan tradisional
kepada dunia kedokteran, yang menitikberatkan pada metoda rasional klinik yang
menggunakan cara pemikiran-pemikiran berpijak pada anatomi, fisiologi, dan
patologi berlandaskan unsur-unsur kemanusiaan, sesuai dengan kejiwaan
pengobatan tradisional. Adapun pokok-pokok metoda rasional klinik ini, antara
lain: a] Memberikan banyak perhatian kepada keluhan-keluhan pasien, dan
menganggapnya sebagai manusia yang sungguh-sungguh minta pertolongan untuk
dibebaskan dari penyakitnya dan tidak dipandangnya sebagai barang. b] Berpikir
secara anatomik, fisiologik dan patologok melalui jalur-jalur yang telah
ditetapkan. c] Menggugah daya inkwisitif atau ingin tahu selengkapnya, untuk
memperkuat keyakinan dalam mendiagnosa. d] Mengerjakan analisa dengan penalaran
medis secara ilmiah mekanistik. e] Berusaha menemukan penyebab penyakit
berdasarkan data-data anamnestik ( riwayat penyakit ) dan pengetahuan mekanisme
terjadinya sakit. f] Selalu mengoreksi diri sendiri, apakah diagnosa yang
dibuat masih harus dikukuhkan dengan jalan pemeriksaan laboratorik dan
pemeriksaan penunjang pembuktian lainnya. Fungsi dari Reflexy Therapyzone
adalah; memperbaiki sirkulasi darah, memperbaiki koordinasi neuro humoral (
syaraf ), memperbaiki pertukaran zat ( metabolisme ) dalam tubuh,
menyeimbangkan fungsi organ-organ tubuh, memperbaiki kerjasama organ-organ
tubuh, mengendorkan seluruh sistem inhibisi ( pencegahan-penahanan ).
GANGGUAN SYARAF
Melalui Tabiod Umum Media Bhayangkara ini, Dimas Haji husen
menginformasikan sekaligus berbagi ilmu agar kita dalam menjalankan aktifitas
sehari-hari tidak ada gangguan kesehatan. Sistem syaraf di dalam tubuh manusia
terbagi dua bagian yaitu: syaraf pusat dan syaraf tepi. Syaraf pusat
berhubungan dengan kejiwaan dan pikiran manusia, bila ada gangguan tentu
berobatnya ke psikiater atau ke RSJ ( Rumah Sakit Jiwa ). Syaraf tepi
berhubungan dengan organ-organ tubuh ( fisik ). Adanya gangguan syaraf tepi ini
paling banyak dikeluhkan oleh penderita sebagaimana team Media Bhayangkara
telah bertamu ke salah satu pasien dari Dimas Haji Husen yaitu Wagiyo Marno
Tinoyo. Beliau adalah seorang pedagang berbagai macam burung di pasar,
beralamat di dusun Dangsri rt./rw.: 002/003, desa Sawahan, kecamatan Juwiring,
kabupaten Klaten, provinsi Jawa Tengah. Lahir di Klaten, 31 Desember 1960.
Dengan wawancara langsung, pemilik nomer handphone 085.741.072.629 ini
mengatakan, " telapak kaki kalau buat jalan sakitnya, seperti kebakar dan
cepet capek. Saya menderita seperti ini sudah lebih dari 5 tahun. Alhamdulillah
secara berkala berobat ke mas Dimas, dipake jalan terasa ringan dan bisa
berjualan seperti biasa". Kasus pasien bapak Wagiyo Marno Tinoyo ini
berhubungan dengan tekanan darah rendah. Edisi Tahun ke I/15, 05-20 September
2015 di halaman 5 kolom bawah sudah dibahas " Manfaat Air Putih ",
perlu Dimas tambahkan dalam tubuh manusia agar senantiasa sehat dibutuhkan
minimal dalam 24 jam sebanyak 2 liter air putih ( tawar/hangat ), tentu
dikondisikan asupan gizi yang seimbang diperoleh dari makanan/minuman yang
terkenal " 4 sehat, 5 sempurna ". Banyak makanan dan minuman yang
enak belum tentu menyehatkan karena beberapa faktor seperti: terkandung zat
pewarna, zat pengawet, zat perasa buatan dan lain-lain.
Apakah Anda ada yang berharap kepingin sehat terus ? Tentu
"YA", menjaga kesehatan tidak harus dengan biaya yang mahal bukan?
Lebih baik mencegah, daripada mengobati. Olah raga ringan, berjemur dipagi
hari, mencukupi asupan gizi 4 sehat 5 sempurna, sebelum aktifitas sarapan dulu,
berpikir positif, menghindari polusi asap termasuk rokok, menjaga kebersihan
dan sebagainya adalah perjuangan dalam mengkondisikan hidup sehat. Semoga
kedepan semakin sehat, dengan kesehatan aktifitas tidak terganggu, mencari
penghidupan lancar, dan berjaya. Amin. [team]
DIMAS HAJI HUSEN_# REFLEXY THERAPYZONE #
Alamat Praktek:
~ BUTUHAN, RT/RW.001/004, BUTUHAN, DELANGGU, KLATEN, JAWA HP: 081.225.911.296 / 085.743.918.269 /
081.393.242.316
~ BB: 791448A0 TENGAH
Kamis, 24 September 2015
Kampung hijau Desa Sindon
Kampung Hijau Desa Sindon
Kec.Ngemplak
Produsen mie ijo pertama di Jateng
Gapura wajah Balai Desa Sindon
MB-Boyolali
Sebagai langkah awal pemanfaatan alam
di sekitar,Desa Sindon,Kecamatan Ngemplak,Kabupaten Boyolali,mendapat
pengukuhan sebagai ikon desa kampung hijau tahun 2012/2013 oleh Pemerintah
Provinsi Jawa Tengah. Oleh para Ibu-ibu
kegiatan PKK secara kolektif membuat mie
dari tepung sayur mayur,mengingat desa sindon memiliki komoditas
penanaman sayur mayur sekaligus pemasaran hingga keluar daerah.
Hanya saja pembuatan mie ini masih
secara manual dan belum mengembang hingga pemasaran secara besar-besaran.
Bersifat komoditas sampingan saja,hal ini disampaikan Kepala Desa Sindon
H.Supardi.
Kata dia,saat ini desa sindon memiliki
kekayaan di bidang pertanian sayur mayur bayam,kangkung dan sawi . Untuk itu
wajar jika masyarakat memanfaatkan sayur mayur manjadi tepung yang akhirnya di
cetuskan oleh salah satu dosen UNS untuk
di teliti bersama mahasiswanya, menjadi bahan mie organic yang aman,alami,sehat
dan bergizi.
“Yang kami harapkan nantinya pembuatan
mie ini bisa mendongkrak menjadi komoditas tetap hingga meningkatkan
perekonomian warga,”kata Supardi.
Pria yang dulu berkarier menjadi PNS sejak tahun 1969 di BANK PASAR
Boyolali ini,dalam benaknya selalu inginmewujudkan wajah desa menjadi desa yang
bersih,dan sejuk. Wajar jika di setiap sudut jalan masuk desa bertengger lima
gapura yang megah.
Ayah dari empat anak yakni Tutik Mawar Ekawati,Dwi Sulistyo
Basuki,Tri Heniwati Subekti,Heri Trisno Wibowo ini ,selain aktif di bidang
keagamaan ia meyelesaikan tugas beserta perangkat desa dan masyarakatnya dengan
transparan dan mufakat,“Saat ini Dana Desa ( DD ) 2015 kami kerjakan sesuai
juklak dan juknis untuk pembangunan fisik,”kata Suami Sri Siswati ini.
Saat di tanya panggilan hati memimpin desa
ini Supardi membeberkan,dirinya tidak tahu dan tidak ada niatan untuk menjadi
Kades ,namun takdir berkata lain. Dirinya oleh para Tokoh Masyarakat di minta
untuk maju ke bursa Pilkades 2013 lalu,hingga Dewi Fortunapun hingga di
kehidupannya ,yang akhirnya ia terpilih dan di lantik menjadi orang nomor satu
di Desanya. ( S99 )
kampung hijau
Kampung hijau sambirejo
RW 09
Jadi kampung percontohan tingkat Provinsi,maju
verifikasi tingkat Nasional
Anton Sartono Ketua RW 09 Sambirejo
MB-Solo
Saat bincang-bincang dengan Tabloid
Umum Media Bhayangkara Tokoh Masyarakat selaku ketua RW
09,Sambirejo,Kadipiro,Banjarsari,Surakarta Anton Sartono di kediamanya,memaparkan kampung
yang asri dan banyak di tumbuhi pohon buah di setiap sudut kampung ini,bersama
warga sudah di budayakan sejak tahun 1990-an.
“Mungkin bagi kami tidak tahu kalau
akhirnya menjadi percontohan di tingkat provinsi
tahun ini,dan akhirnya didapuk untuk maju verifikasi ke tingkat nasional dari
kementerian lingkungan hidup tahun ini pula,”papar Anton.
Di sebut menjadi kampung
hijau,lingkungan ini mampu beradaptasi dengan perubahan iklim,dan aman dari
banjir. Selain itu banyak keuntungan dari predikat menjadi kampung hijau,yakni
adaptasi yang di rasakan adalah bebas polusi debu maupun tetap banyak air meski
kemarau berkepanjangan. Dan manfaat menanam seribu pohon pinggir jalan tiap
jarak empat meter,menjadikan kampung ini tampak berseri.
Menghasilkan vegetasi penataan
tanaman hingga menurunkan kadar gas ( ruang kaca). Selain efek dari pembuatan resapan air di tiap sisi
jalan kampung menjadikan lingkungan bebas banjir. Wajar jika kampung ini di
tunjuk oleh Pemkot tahun 2012 untuk menjadi
program kampung iklim adaptasi.
Masih apa kata Anton kelestarian
menjadi kampung asri menurutnya tidaklah sulit,bila ada kemauan. Ia membeberkan, cara jitu yang mudah adalah
mengerakkan masyarakat untuk merawat dan menjaga lingkungan sekitar.
“ Kami rutin melakukan kerja bakti,serta
menanam tanaman yang berguna. Baik itu tumbuhan bunga maupun pohon berbuah yang
bisa di konsumsi,yakni kelengkeng,mangga ,ace,jambu yang semuanya boleh
menikmati khususnya warga sekitar. Untuk kegiatan para ibu menyapu kotoran dan
debu setiap seminggu sekali,”jelasnya.
Diakhir perbincangan ,Anton
berharap bila kedepan kampung hijau bisa lestari hingga menjadi percontohan di
tingkat nasional,”Semoga kampung hijau bisa bermanfaat dan manjadi kampung
percontohan bagi masyarakat Indonesia,khususnya warga
Surakarta,”pungkasnya. ( Jok san )
Langganan:
Postingan (Atom)



