Jumat, 25 September 2015

Muh.Hajiono


DIMAS HAJI HUSEN SANG AHLI PENGOBATAN DARI KOTA BERAS " DELANGGU "
SEJARAH AWAL


MB-Klaten
     Seorang tenaga medis bernama H. Mad Husen, lahir di kota Bogor. Pada tanggal 05 oktober 1944. Tepatnya di desa Seuseupan, kecamatan Ciawi,kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat. Beliau bertugas di Rumah Sakit Jiwa, Kentingan,Surakarta.Pada tahun 2000, suami dari Dadi Miyati ini pensiun sampai golongan III D saat menjabat Kasie Perawatan IV.Ayah dari 3 putra bernama: Haryadi, SE; Siti Nurjanah, SH; Muhammad Hajiono, SE  memulai praktek mengobati masyarakat sejak 1976. Pak mantri sebutan beliau sehari-hari, dikalangan masyarakat umum pada waktu itu sangat membantu dalam pengobatan seperti: bibit kuning (sakit liver), adem panas, tekanan darah tinggi, gatal-gatal.Kakek dari sepuluh cucu ini berdomisili di dusun Butuhan Rt./Rw.:01/04, desa Butuhan, kecamatan Delanggu, kabupaten Klaten, provinsi Jawa Tengah. Sejak awal, praktek pengobatan ini dengan metode modern dan tradisional. Metode modern adalah melalui alat-alat kedokteran yang lazim digunakan semisal alat suntik, infus, dan juga obat-obatan berasal dari apotik. Lain halnya dengan metode tradisional, alat bantu yang digunakan dan makanan pengganti semisal herbal dapat diperoleh dari alam. Metode pengobatan alternatif ini dinamakan " Reflexy Therapyzone "
Sebelum diuraikan, terlebih dahulu. Media bhayangkara menginformasikan bahwa Dimas Haji Husen adalah Muhammad Hajiono, SE adalah generasi kedua dari ayahnya. Suami dari Samini, S.Pd ini mengatakan, " Alhamdulillah, ayah walaupun sudah usia 71 tahun masih sehat dan semangat siap melayani pasien yang datang untuk berobat di rumah ".
METODE MODERN DAN METODE TRADISIONAL
Dunia kedokteran dengan dunia tradisional secara metode sangat berbeda, namun tujuannya sama yaitu agar pasien mendapatkan kesembuhan. Dengan obat-obatan kimia yang mengklaim paling bagus, tak kalah penting obat-obatan herbalpun saat ini banyak peminat. Bagi pengobat yang mengutamakan kesembuhan bagi pasiennya, cara-cara yang besar resiko akan dihindari. Kita mengusahakan yang terbaik untuk pasien tidak dapat ditentukan oleh hasil yang pasti didapat semisal dalam operasi pengangkatan kanker. Disini pengobat berperan sebagai perantara dan tentu hanya Tuhan yang dapat menyembuhkan. Metode pengobatan alternatif " Terapi-Zona " adalah kata-kata dari bahasa Inggris yaitu " Zone Therapy " suatu judul dari buku pengobatan tradisional, karya Dr.Wm.H. Fitzgerald seorang alumnus Universitas Vermont; anggota Staf pada Rumah Sakit Pusat London untuk hidung dan tenggorok. Ia menunjukkan kepada dunia kedokteran, bahwa pada perawatan pada telapak kaki metoda Asia khususnya Cina dapat memulihkan kembali fungsi faal yang normal pada bagian dari zona yang dirawat / dirangsang / ditekan / dipijet. Ditandaskan olehnya, bahwa pijatan atau pengurutan zona-zona tertentu pengaruh yang pasti dalam memulihkan organ-organ tubuh yang kurang berfungsi. Oleh Eunice D. Ingham dalam bukunya " Stories the Feet Can Tell " dinyatakan bahwa didalam perkembangannya Dr. Fitzgerald membagi tubuh dalam sepuluh zona dengan menentukan letak masing-masing organ pada suatu zona ( daerah, wilayah ). Diterangkan lebih lanjut bahwa di Eropa pada akhir abad ke enambelas telah diketemukan tentang peredaran darah. Suatu ilmu yang sampai saat ini penting dalam pengolahan pengobatan tradisional pada umumnya.
KESEHATAN
Memandang seorang sebagai keseluruhan, dan merawatnya tidak memandang pada keadaan yang khusus; akan tetapi dipertimbangkan: 1. Manusia sebagai seutuhnya dengan melihat aspek-aspek: raga, jiwa, hidup bermasyarakatnya, pendekatan rohani; 2. Gangguan-gangguan pada salah satu atau lebih aspek tersebut bisa mencetuskan gangguan pada aspek yang lain, karena saling berkaitan. Aspek tersebut mempunyai lingkup yang sangat luas; seperti nutrisi, kepayahan, istirahat, tidur, susah, was-was, kecewa, pekerjaan, kondisi sosial budaya, sosial ekonomi, sosial politik, kepercayaan, penghayatan agama dan sebagainya. Semuanya berpengaruh terhadap makna sehat dan sakit. Dengan berlandaskan uraian tadi, saya berusaha mendekatkan pengobatan tradisional kepada dunia kedokteran, yang menitikberatkan pada metoda rasional klinik yang menggunakan cara pemikiran-pemikiran berpijak pada anatomi, fisiologi, dan patologi berlandaskan unsur-unsur kemanusiaan, sesuai dengan kejiwaan pengobatan tradisional. Adapun pokok-pokok metoda rasional klinik ini, antara lain: a] Memberikan banyak perhatian kepada keluhan-keluhan pasien, dan menganggapnya sebagai manusia yang sungguh-sungguh minta pertolongan untuk dibebaskan dari penyakitnya dan tidak dipandangnya sebagai barang. b] Berpikir secara anatomik, fisiologik dan patologok melalui jalur-jalur yang telah ditetapkan. c] Menggugah daya inkwisitif atau ingin tahu selengkapnya, untuk memperkuat keyakinan dalam mendiagnosa. d] Mengerjakan analisa dengan penalaran medis secara ilmiah mekanistik. e] Berusaha menemukan penyebab penyakit berdasarkan data-data anamnestik ( riwayat penyakit ) dan pengetahuan mekanisme terjadinya sakit. f] Selalu mengoreksi diri sendiri, apakah diagnosa yang dibuat masih harus dikukuhkan dengan jalan pemeriksaan laboratorik dan pemeriksaan penunjang pembuktian lainnya. Fungsi dari Reflexy Therapyzone adalah; memperbaiki sirkulasi darah, memperbaiki koordinasi neuro humoral ( syaraf ), memperbaiki pertukaran zat ( metabolisme ) dalam tubuh, menyeimbangkan fungsi organ-organ tubuh, memperbaiki kerjasama organ-organ tubuh, mengendorkan seluruh sistem inhibisi ( pencegahan-penahanan ).
GANGGUAN SYARAF
Melalui Tabiod Umum Media Bhayangkara ini, Dimas Haji husen menginformasikan sekaligus berbagi ilmu agar kita dalam menjalankan aktifitas sehari-hari tidak ada gangguan kesehatan. Sistem syaraf di dalam tubuh manusia terbagi dua bagian yaitu: syaraf pusat dan syaraf tepi. Syaraf pusat berhubungan dengan kejiwaan dan pikiran manusia, bila ada gangguan tentu berobatnya ke psikiater atau ke RSJ ( Rumah Sakit Jiwa ). Syaraf tepi berhubungan dengan organ-organ tubuh ( fisik ). Adanya gangguan syaraf tepi ini paling banyak dikeluhkan oleh penderita sebagaimana team Media Bhayangkara telah bertamu ke salah satu pasien dari Dimas Haji Husen yaitu Wagiyo Marno Tinoyo. Beliau adalah seorang pedagang berbagai macam burung di pasar, beralamat di dusun Dangsri rt./rw.: 002/003, desa Sawahan, kecamatan Juwiring, kabupaten Klaten, provinsi Jawa Tengah. Lahir di Klaten, 31 Desember 1960. Dengan wawancara langsung, pemilik nomer handphone 085.741.072.629 ini mengatakan, " telapak kaki kalau buat jalan sakitnya, seperti kebakar dan cepet capek. Saya menderita seperti ini sudah lebih dari 5 tahun. Alhamdulillah secara berkala berobat ke mas Dimas, dipake jalan terasa ringan dan bisa berjualan seperti biasa". Kasus pasien bapak Wagiyo Marno Tinoyo ini berhubungan dengan tekanan darah rendah. Edisi Tahun ke I/15, 05-20 September 2015 di halaman 5 kolom bawah sudah dibahas " Manfaat Air Putih ", perlu Dimas tambahkan dalam tubuh manusia agar senantiasa sehat dibutuhkan minimal dalam 24 jam sebanyak 2 liter air putih ( tawar/hangat ), tentu dikondisikan asupan gizi yang seimbang diperoleh dari makanan/minuman yang terkenal " 4 sehat, 5 sempurna ". Banyak makanan dan minuman yang enak belum tentu menyehatkan karena beberapa faktor seperti: terkandung zat pewarna, zat pengawet, zat perasa buatan dan lain-lain.
Apakah Anda ada yang berharap kepingin sehat terus ? Tentu "YA", menjaga kesehatan tidak harus dengan biaya yang mahal bukan? Lebih baik mencegah, daripada mengobati. Olah raga ringan, berjemur dipagi hari, mencukupi asupan gizi 4 sehat 5 sempurna, sebelum aktifitas sarapan dulu, berpikir positif, menghindari polusi asap termasuk rokok, menjaga kebersihan dan sebagainya adalah perjuangan dalam mengkondisikan hidup sehat. Semoga kedepan semakin sehat, dengan kesehatan aktifitas tidak terganggu, mencari penghidupan lancar, dan berjaya. Amin. [team]


DIMAS HAJI HUSEN_# REFLEXY THERAPYZONE #
Alamat Praktek:
~ BUTUHAN, RT/RW.001/004, BUTUHAN, DELANGGU, KLATEN, JAWA  HP: 081.225.911.296 / 085.743.918.269 / 081.393.242.316
~ BB: 791448A0 TENGAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar